Bangkit dari Tragedi: Kisah Eko Pramana Putra

Play audio untuk mendengarkan ceritanya

Perkenalkan, nama saya Eko Pramana Putra, biasa dipanggil Koko. Saya lahir di Sumatera Utara pada tanggal 14 Mei 1989, sebagai anak pertama dari dua bersaudara. Masa kecil saya sama seperti anak-anak pada umumnya, aktif bermain dengan berbagai permainan yang populer saat itu. Namun, sebuah peristiwa tragis terjadi pada saat Idul Fitri tahun 2000. Saya mengalami kecelakaan sepeda motor bersama ayah, ibu, dan adik saya.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan luka serius pada kaki kanan saya, sementara tangan kanan hanya mengalami luka ringan. Setelah empat kali menjalani operasi di berbagai rumah sakit, akhirnya dokter memutuskan untuk mengamputasi kaki kanan saya. Keputusan tersebut sangat berat untuk saya terima, terutama di usia yang masih sangat muda. Rasanya seperti hidup ini tidak ada gunanya lagi. Namun, dukungan penuh dari kedua orang tua saya memberikan kekuatan untuk bangkit.

Beberapa bulan setelah diamputasi, saya belajar menggunakan tongkat untuk beraktivitas. Orang tua saya kemudian membelikan kaki palsu agar saya bisa beraktivitas lebih leluasa. Awalnya, penggunaan kaki palsu terasa sangat sakit, tetapi lama-kelamaan saya terbiasa, meskipun kualitasnya tidak terlalu baik. Hingga saat ini, saya masih menggunakan kaki palsu.

Selama bertahun-tahun, saya sering mengalami bullying di sekolah maupun lingkungan sekitar. Namun, saya tetap semangat melanjutkan pendidikan. Dengan perjuangan yang luar biasa, saya berhasil menyelesaikan pendidikan SD, SLTP, SMA, dan S1. Tantangan yang saya hadapi sangat berat, tetapi hasilnya luar biasa. Allah memberikan ganti yang jauh lebih indah dari semua kesulitan yang pernah saya alami.

Saat ini, saya bekerja di sebuah perusahaan swasta di Aceh Tamiang dan telah dikaruniai dua orang anak laki-laki. Alhamdulillah, saya bisa menghidupi keluarga saya sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Bahkan, saya sudah bisa mengendarai mobil sendiri meskipun hanya dengan satu kaki.

Demikian kisah singkat saya. Semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman semua untuk tetap semangat dalam menghadapi segala rintangan. Terima kasih.

Tanya kami